PWMU.CO – Literacy Day di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik berhasil membuat festival literasi berjalan. Kegiatan ini diikuti semua kelas dengan menampilkan isi pop up book, Selasa (21/12/21).

Dengan mengangkat tema beragam, mulai dari bumi, bunga, laut, fauna, alat musik, baju adat, rumah adat, film pendidikan, isi buku, olahraga, sampai dengan sejarah Indonesia.

Berbekal pop up book yang dibuat dari kartor manila, kertas kardus, kertas lipat, maupun buffalo mereka berlomba kreativitas dan inovasi membuat pop up yang memiliki unsur 3 dimensi.

“Hal yang paling susah adalah membuat efek 3 dimensi, terutama bentuk bumi,” ujar Nameera Rayia Azarine, perwakilan kelompok dari kelas VII.

Dia bersama dengan kelompoknya membuat isi pop up bertema Bumi. Isi pop up-nya, lanjutnya, lebih pada menyadarkan kita sebagai manusia untuk terus merawat dan melestarikan bumi kita. “Jangan membuang sampah seenaknya saja.”

Ada Cerita tentang Ikan

Pop up Book buatan siswa Spemdalas beragam pesan. Kalau Nameera Rayia Azarine dengan kelompoknya lebih menyadarkan pada manusia untuk mencintai bumi. Ini beda lagi dengan Farrel Mahaputra, siswa kelas VIII ICP 2.

Dia dengan kelompoknya membawa pop up sederhana dengan warna kertas dominan biru muda yang menggambarkan warna air laut. Dengan kelompok berjumlah 6 siswa, dia berkreasi dengan tema fauna.

“Dalam pop up book kami bercerita tentang 2 ikan kecil yang takut ketika melihat rombongan ikan hiu,” ujarnya.

Dia memaparkan ada cerita 2 ikan yang didatangi bayangan ikan hiu. Karena 2 ikan kecil ini takut, maka di mereka sembunyi di balik rumput laut. Ketika melihat rombongan hiu pergi, 2 ikan ini langsung pergi menghindari hiu dan kembali ke habitatnya yang aman.

“Rangkaian gambar di pop up ini saling nyambung, ada unsur ceritanya. Dua ikan kecil dan ikan hiu sebagai tokoh dalam pop up ini. Ini kelihatannya sederhana, tetapi isinyanya sangat menarik untuk disimak,” katanya saat presentasi dengan bahasa Inggris di Perpustakaan Taman Ilmu Spemdalas.

Tiga Film Indonesia

Lain lagi dengan karya Saffanah Yasmin Noor. Siswa kelas IX F ini menampilkan 3 halaman utama dalam pop up book-nya yang berisi tentang tiga film Indonesia yang memiliki unsur pendidikan.

“Film pertama berjudul Nussa yang diproduksi oleh The Little Giantz dan Visinema Pictures. Dalam film animasi ini pesan moralnya mengajarkan anak-anak untuk tidak bersikap sombong dan terus melakukan kebaikan,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, ada film Kartini. Dalam film ini menggambarkan jasa kaum wanita berupa emansipasi. Yang terakhir ada film berjudul Hafalan Shalat Delisa yang merupakan film drama yang dirilis tahun 2011.

“Dalam film ini ada pesan yang sangat luar biasa yaitu bagaimana kita harus tegar dalam menghadapi cobaan. Dalam film ini Delisa dicoba dengan bencana tsunami yang menyebabkan ibu dan saudaranya meninggal dunia,” tuturnya, saat presentasi. 

Category
Tags

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *