Spemdalas Chat Widget
AISA

Chat AISA

Artificial Intelligence Spemdalas Assistant

Tahfidz Journey, Suasana Baru untuk Murid Tahfidz Class Spemdalas Perkuat Hafalan Al-Quran

0
0
0
0

Murid Tahfidz Class Program (TCP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti kegiatan Tahfidz Journey, Kamis (20/8/2026). Mengusung konsep belajar Al-Qur’an di luar kelas, kegiatan ini diikuti 54 murid TCP yang terdiri atas 28 murid kelas VII dan 26 murid kelas VIII.

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini menjadi pengalaman baru mengingat program ini merupakan kali pertama dilaksanakan bagi murid TCP.

Sebelum keberangkatan, Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, M.Si., memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta. Ia berpesan agar para murid memanfaatkan kesempatan belajar di kelas tahfidz dengan sebaik-baiknya.

“Gunakan kesempatan yang sangat baik di kelas tahfidz ini dengan sabar dan ikhlas. Semoga ayat-ayat Al-Qur’an yang dihafal bisa dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” pesan Yugo.

Ketua Panitia Tahfidz Journey, Siti Uswatul Jannah, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk penyegaran (refreshment) bagi murid TCP agar semakin bersemangat mengikuti berbagai program tahfidz.

“Kami juga ingin memberikan suasana baru dalam proses menghafal Al-Qur’an sekaligus mengurangi kejenuhan belajar Tahfidz di kelas,” ujarnya.

Menurut Uswatul, pembelajaran tahfidz tidak selalu harus dilakukan dalam suasana kelas. Dengan menghadirkan pengalaman belajar di tempat dan suasana yang berbeda, murid diharapkan dapat merasakan bahwa menghafal Al-Qur’an merupakan aktivitas yang menyenangkan sekaligus penuh pengalaman.

Salah satu permainan yang menarik perhatian murid adalah “Tempel Sambung Ayat”. Dalam permainan ini, setiap kelompok ditantang menyusun potongan-potongan ayat yang telah disiapkan pendamping hingga menjadi satu rangkaian surat yang sempurna. Surat At-Takwir menjadi salah satu materi yang digunakan dalam permainan tersebut.

Murid kemudian mengikuti permainan “Urutan Terbalik” (The Reverse Challenge). Melalui permainan ini, kelompok mendapatkan tantangan untuk membaca surat dimulai dari ayat terakhir menuju ayat pertama. Beberapa surat yang digunakan antara lain An-Nas, Al-Falaq, Al-Lahab, Al-Kafirun, Al-Fil, Al-Quraisy, At-Tin, Al-Qadr, An-Nasr, dan Al-Ikhlas.

“Tidak hanya menguji hafalan, kegiatan juga dikemas dengan aktivitas yang lebih variatif. Murid diajak berkunjung ke perpustakaan serta menyaksikan video testimoni perjalanan hafidz sebagai bagian dari upaya memberikan motivasi dan inspirasi dalam menjaga hafalan Al-Qur’an,” tambah Uswatul.

Kegiatan dilanjutkan dengan Game kedua berupa performance. Menggunakan aplikasi SPIN, murid mendapatkan tantangan sambung ayat dari Juz 29 serta tebak surat dari Juz 30. Dalam kegiatan ini murid ditantang dalam hal keberanian, konsentrasi, dan kerja sama kelompok.

“Antusiasme murid sangat terlihat. Mereka mengikuti setiap permainan dengan semangat. Ini menjadi salah satu tujuan utama kami, agar proses belajar tahfidz terasa lebih menyenangkan dan murid mendapatkan pengalaman yang berkesan,” terang Uswatul.

Penulis: Ain Nurwindasari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Footer Section