
Siswi kelas VII dan IX SMP Muhammadiyah 12 GKB mengikuti kegiatan Keputrian Spemdalas di Andalusia Hall Spemdalas, Jumat (23/10/2026). Mengusung tema “Stop Oversharing: Everyone Is Not Your Friend”, kegiatan ini mengajak para siswi menjaga lisan, kehormatan, dan rahasia dalam pandangan Islam.
Materi disampaikan oleh Maleeka Fitria Azzahra dan dipandu moderator Sumiah, S.Pd. Suasana aula tampak hangat sejak sesi dibuka, karena tema yang diangkat dekat dengan keseharian remaja putri di tengah derasnya media sosial.
Maleeka mengawali pemaparan dengan menjelaskan arti oversharing, yaitu kebiasaan membagikan terlalu banyak hal pribadi kepada orang lain, baik secara langsung maupun lewat media sosial, tanpa mempertimbangkan batasan, situasi, dan siapa penerima ceritanya. Sebagai muslimah, para siswi diajak lebih bijak dalam bertutur.
“Tidak semua hal yang boleh diceritakan harus diceritakan, dan tidak semua hal yang ingin diketahui orang lain wajib kita ungkapkan,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa tidak setiap orang yang bersedia mendengar bisa dipercaya.
“Tidak semua orang yang bersedia mendengarkan mampu menjaga apa yang kita ceritakan. Ada yang hadir untuk memahami, tetapi ada pula yang hanya ingin mengetahui,” tuturnya. Meski begitu, menjaga rahasia tidak berarti menutup diri. “Menjaga rahasia bukan berarti menutup diri dari dunia,” tegasnya.
Para siswi juga diajak memaknai kepercayaan sebagai amanah.
“Ketika seseorang mempercayakan ceritanya kepada kita, ia tidak sedang memberikan izin untuk menyebarkannya. Ia sedang menitipkan sesuatu yang berharap tetap aman dalam penjagaan kita,” jelas Maleeka. Pesan ini diperkuat dengan QS. An-Nur ayat 19 dan QS. Al-Hujurat ayat 12 tentang tanggung jawab berbicara dan larangan menggunjing.
Untuk menghindari oversharing, Maleeka membagikan lima langkah praktis: memahami batas privasi, berpikir sebelum berbicara, memilih orang yang tepat untuk bercerita, mengelola emosi dengan menenangkan diri saat sedih atau marah, serta membiasakan menyimpan sebagian cerita.

Peserta juga diajak menyikapi teman yang gemar bercerita berlebihan. Menurut Maleeka, lukanya tidak boleh dijadikan bahan pembicaraan. “Dengarkan tanpa menghakimi, tegurlah tanpa melukai, dan jagalah rahasianya sebagaimana kau ingin rahasiamu dijaga,” pesannya. Ia menambahkan, “Menjadi teman bukan tentang mengetahui seluruh isi hati, melainkan tentang tahu cara menghormatinya.”
Bagi yang ingin bercerita tanpa rasa cemas berlebihan, Maleeka berbagi tips dari kebiasaannya sendiri. Pertama, bercerita kepada Allah lewat doa selepas salat dan sebelum tidur.
“Jika dunia terasa terlalu bising untuk mendengar, pulanglah kepada Allah,” katanya. Kedua, menulis di buku harian sebagai ruang untuk mengenali diri dan memeluk luka perlahan-lahan.
Di akhir sesi, Maleeka menutup dengan pesan reflektif.
“Tidak semua hal harus dipikirkan hingga kehilangan ketenangan, sebagaimana tidak semua cerita harus diteruskan hingga kehilangan kepercayaan,” ucapnya. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan para siswi tampak antusias menyampaikan pertanyaan.
Pewarta : Fitri Wulandari