
Perjalanan Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik dalam rangkaian IPM Journey: Jakarta Edition berlanjut ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) IPM pada Sabtu (6/5/2026).
Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para kader muda Spemdalas untuk belajar langsung mengenai kepemimpinan, organisasi, hingga peran strategis pelajar Muhammadiyah di tingkat nasional.
Rombongan PR IPM Spemdalas disambut hangat oleh jajaran PP IPM di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah lantai 4, Menteng, Jakarta. Sambutan diberikan oleh Kepala Bidang Lingkungan Hidup PP IPM periode 2026–2028, Indri Narulita, yang hadir mewakili Ketua Umum PP IPM.
Dalam sambutannya, Indri mengaku bangga atas kedatangan delegasi pelajar dari Gresik tersebut. Ia bahkan menyebut kunjungan PR IPM Spemdalas sebagai kunjungan pertama yang diterima PP IPM pada periode kepemimpinan saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan adik-adik. Ini menjadi kunjungan pertama di periode kepengurusan kami. Semoga pertemuan ini bisa membuka langkah dan sudut pandang baru. Dalam organisasi, kita belajar menghadapi dinamika dan karakter yang berbeda-beda, lalu tumbuh bersama dari proses itu,” ujarnya.
Indri juga menegaskan bahwa kader IPM di tingkat ranting merupakan kekuatan utama organisasi. Menurutnya, para pelajar yang dipercaya menjadi pengurus IPM adalah sosok-sosok pilihan yang memiliki karakter, semangat, dan potensi besar untuk berkembang.
“IPM yang kuat lahir dari kader-kader di akar rumput atau ranting. Karena itu, PP IPM akan terus mendukung gerakan pelajar di daerah agar mampu memberi dampak positif. Jika teman-teman terus bergerak dan mau berkembang, kami yakin IPM akan terus maju,” tegasnya.
Penguatan Kader dan Semangat Kepemimpinan
Dalam kegiatan bertema Discovering Muhammadiyah Value for Militant Cadres tersebut, para peserta juga mendapatkan materi penguatan kader dari Sekretaris Bidang Teknologi Informasi PP IPM, Umar Syaifudin.
Umar menjelaskan bahwa IPM bukan sekadar organisasi pelajar, tetapi juga ruang belajar kepemimpinan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Setiap orang adalah pemimpin, setidaknya untuk dirinya sendiri. Di IPM, kalian belajar memimpin, melatih tanggung jawab, sekaligus mengelola berbagai kegiatan,” jelasnya.
Ia menggambarkan ranting sebagai rumah tempat kader bertumbuh dan belajar, sedangkan PP IPM ibarat penghubung besar yang menyatukan pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah, bahkan dunia.
Dalam pemaparannya, Umar juga menekankan pentingnya budaya 3T bagi kader IPM, yakni tertib ibadah, tertib belajar, dan tertib organisasi. Menurutnya, tiga hal tersebut menjadi fondasi lahirnya kader yang solid dan siap menjadi pemimpin masa depan.
“Dengan konsep 3T, kami yakin akan lahir kader-kader IPM yang kuat dan berkarakter. Ingat, hari ini belajar di IPM, besok menjadi pemimpin masa depan,” ungkapnya.
Kegiatan kunjungan inspiratif ini ditutup dengan sesi foto bersama dan tur singkat ke sekretariat IPM di lantai 6 Gedung Dakwah Muhammadiyah. Para peserta juga berkesempatan beristirahat di ruang podcast PP IPM yang baru selesai direnovasi. (#)
Penulis: Fitri Wulandari