
Menyambut tahun ajaran baru, Spemdalas Boarding School (SBS) bersama Asrama Al-Mizan SMA Muhammadiyah 10 GKB (Smamio) menggelar kegiatan Upgrading Musyrif-Musyrifah bertajuk “Menguatkan Peran Musyrif-Musyrifah dalam Membina Karakter Santri”. Acara berlangsung di Ruang Kader Sang Pencerah, SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin setiap awal tahun ajaran ini diikuti oleh seluruh musyrif dan musyrifah dari kedua asrama. Koordinator bidang asrama SMP Muhammadiyah 12 GKB dan SMA Muhammadiyah 10 GKB turut hadir, menegaskan sinergi kedua sekolah dalam memperkuat kualitas pembinaan santri selama satu tahun ke depan.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala ISMUBA SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, Hudzaifaturrohman, S.Th.I., yang juga mewakili SMP Muhammadiyah 12 GKB, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan visi, memperkuat komitmen, sekaligus meningkatkan kapasitas para pembina asrama sebelum menyambut kedatangan santri baru.
Ia menekankan bahwa musyrif dan musyrifah adalah ujung tombak pendidikan di lingkungan asrama. Peran mereka jauh lebih luas dari sekadar mendampingi aktivitas harian santri — mereka juga menjadi teladan langsung dalam membentuk karakter Islami, membiasakan ibadah, menanamkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab santri dalam kehidupan sehari-hari.
Saat ini, Asrama Al-Mizan Smamio membina 127 santri, sementara Spemdalas Boarding School membina 36 santri. Angka ini bukan sekadar data, melainkan amanah besar yang menuntut pelayanan dan pembinaan berkualitas agar memberi dampak nyata bagi perkembangan karakter setiap santri.
Hudzaifaturrohman berharap jumlah santri yang memilih tinggal di asrama terus bertambah dari tahun ke tahun. Menurutnya, kepercayaan masyarakat akan tumbuh seiring dengan hasil nyata yang terlihat dari proses pendidikan karakter di lingkungan asrama.
“Harapan kami, jumlah santri di asrama tidak berkurang, justru terus bertambah. Ketika masyarakat melihat karakter baik, akhlak yang mulia, kedisiplinan, dan kemandirian yang dimiliki para santri, itulah bukti bahwa pendidikan di asrama berjalan dengan baik. Karena itu, musyrif dan musyrifah harus terus meningkatkan kualitas diri agar mampu menjadi teladan bagi para santri,” ujarnya.
Penulis: Ain Nurwindasari