
“Menang di lapangan itu tujuan. Tapi sebelum itu, kami harus menang melawan ego, belajar jujur, dan berani membuka hati.”
Kalimat tersebut menjadi gambaran dari proses yang dilalui Tim Basket Putri SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik dalam Training Center yang digelar selama dua hari, Jumat–Sabtu, (21–22/8/2026). Kegiatan yang diikuti oleh 15 siswa anggota tim basket putri tersebut dilaksanakan sebagai persiapan menghadapi kompetisi.
Training Center berlangsung di Villa Yafaline, Batu. Para pemain mengikuti sejumlah agenda, mulai dari latihan conditioning, strength, agility, dan endurance, pembekalan mental bertanding, disiplin, strategi, hingga kegiatan kebersamaan.
Salah satu agenda utama adalah sparing melawan Club Basket Al Ahly KU-15 Malang di Lapangan Mandala Next Gen, Malang Tidar. Sparing menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menerapkan strategi yang telah dilatih sekaligus menghadapi situasi pertandingan secara langsung.
Sesi yang paling emosional berlangsung di luar lapangan. Para pemain mengikuti sesi kejujuran dan refleksi tim. Dalam sesi tersebut, setiap pemain diberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaan, menyampaikan unek-unek, serta berbicara terbuka mengenai pengalaman mereka selama berada dalam tim.
Suasana berubah haru. Satu per satu pemain mulai membuka diri dan menyampaikan apa yang selama ini dirasakan. Tangis pun pecah ketika mereka saling mendengarkan dan mengungkapkan perasaan. Kejujuran menjadi salah satu landasan yang dibangun untuk memperkuat komunikasi dan kepercayaan antarpemain.

“Training Center ini membuat kami bukan hanya belajar basket, tetapi juga belajar menjadi tim. Di sesi kejujuran, kami bisa menyampaikan apa yang selama ini kami rasakan. Memang banyak yang menangis, tetapi setelah itu rasanya lebih lega karena kami jadi lebih memahami satu sama lain,” ujar Alysa Lydia Safiya, siswa kelas IX Egypt.
Sementara itu, Helsa Hevina Hekhaputri, siswa kelas VIII Erbium, mengatakan keterbukaan menjadi bagian penting dalam membangun sebuah tim.
“Kejujuran itu penting dalam sebuah tim. Kalau ada masalah tetapi dipendam, hubungan bisa menjadi tidak baik. Saat kami berani mengungkapkan semuanya, kami jadi lebih mengerti perasaan teman dan bisa memperbaiki diri bersama,” tuturnya.
Dalam wawancara terpisah, Wakil Kepala bidang Kesiswaan Spemdalas, Ichwan Arif, S.S.M.Hum., mengatakan Training Center tersebut dilaksanakan untuk menyiapkanntim basket, terutama tim putri, untuk menghadapi even-event pertandingan.
“Training Center ini diadakan agar tim lebih siap dan solid dalam menghadapi kompetisi. Kami ingin anak-anak tidak hanya kuat secara fisik dan teknik, tetapi juga memiliki mental bertanding, komunikasi yang baik, dan rasa saling percaya. Selain latihan dan sparing, kegiatan juga diisi dengan salat berjamaah, muhasabah, motivasi, refleksi diri, team bonding, dan sharing untuk melatih karakter tim,” jelas Arif.
Penulis : Desy Suryani