
Upaya meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa dilakukan SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) melalui Spemdalas English Pop Hub (SEPH). Program ini merupakan program terbaru dari Spemdalas Languange Center (Pusat Bahasa Spemdalas/PBS).
Koordinator PBS, Khoiro Numsyah, S.Pd., menjelaskan bahwa program ini berawal dari keinginan untuk menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang lebih menyenangkan sehingga siswa merasa nyaman menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi. SEPH dirancang untuk meningkatkan empat keterampilan berbahasa Inggris siswa, yakni listening, speaking, reading, dan writing. Menariknya, pembelajaran dikemas dengan memanfaatkan pop culture kekinian yang dekat dengan kehidupan siswa.
“Agar lebih menarik, strategi yang kami pilih adalah dengan menggunakan media pop culture kekinian yang dekat dengan dunia siswa. Dengan begitu, siswa diharapkan lebih mudah memahami materi dan lebih nyaman berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris,” jelasnya.
Lebih lanjut Khoiro juga menjelaskan sistem pelaksanaan SEPH yang menggunakan konsep rolling invitation. Sistem yang digunakan adala siswa diundang secara bergantian untuk mengikuti kegiatan sehingga kesempatan belajar dapat dirasakan oleh lebih banyak siswa. Setiap pertemuan diikuti maksimal 20 siswa dengan pendampingan fasilitator dari tim PBS.
Program ini dilaksanakan dua kali dalam sebulan. Dalam satu minggu pelaksanaan, terdapat tiga kali pertemuan dengan sistem bergantian berdasarkan level siswa.
Pada salah satu pertemuan pada hari Senin (7/9/26), English Pop Hub mengangkat tema “Let’s Promote Spemdalas!”. Kegiatan berfokus pada pengembangan vocabulary building, writing, dan speaking.
Kegiatan diawali dengan opening dan penyampaian aturan program. Selanjutnya, siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk menemukan sebanyak-banyaknya positive words berupa nouns dan adjectives menggunakan media Scrabble. Kosakata yang ditemukan berkaitan dengan tema dreams dan school life.
“Setelah mengumpulkan berbagai kosakata, setiap kelompok memilih empat kata untuk dikembangkan menjadi commercial script atau naskah iklan yang bertujuan mempromosikan Spemdalas. Siswa kemudian menyusun naskah dan menampilkannya dalam bentuk iklan di depan kelas. Kegiatan tersebut tidak hanya melatih penguasaan kosakata, tetapi juga mendorong siswa untuk berani menyusun ide dalam bahasa Inggris, bekerja sama, serta menyampaikan gagasan secara lisan di depan teman-temannya,” lanjut Khoiro.
Diwawancari setelah mengikuti sesi SEPH, siswa kelas IX Egypt, Aydin Azka, mengaku kegiatan SEPH memberikan pengalaman belajar bahasa Inggris yang berbeda.
“Menurut saya, kegiatannya seru karena kami tidak hanya belajar kosakata, tetapi langsung menggunakannya untuk membuat iklan dan mempresentasikannya. Saya juga jadi lebih berani berbicara bahasa Inggris di depan teman-teman,” ungkapnya.
Pewarta: Ria Rizaniyah