Spemdalas Chat Widget
AISA

Chat AISA

Artificial Intelligence Spemdalas Assistant

Ruang Bertumbuh, BK Spemdalas Bekali Tips Berteman

0
0
0
0

Siswa kelas VIII putra SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti kegiatan Ruang Bertumbuh di Ruang CAC 1 (Computer and AI Center), Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 06.50 WIB tersebut mengangkat tema “Belajar Memilih Lingkaran Pergaulan: Berteman dengan Siapa Saja, tapi Jangan Kehilangan Arah”.

Materi disampaikan oleh Musrifatul Jannah, S.Psi., koselor Bimbingan dan Konseling (BK) Spemdalas. Kegiatan Ruang Bertumbuh dilaksanakan secara bergantian pada setiap level kelas dengan peserta putra dan putri yang dipisahkan.

Dalam penyampaiannya, Ifa menjelaskan bahwa pergaulan merupakan hubungan dan interaksi seseorang dengan orang-orang di sekitarnya, baik teman di sekolah, tetangga, keluarga, organisasi, maupun teman di dunia digital.

“Pergaulan merupakan hubungan dan interaksi kita dengan orang-orang di sekitar. Lingkungan dapat memberikan pengaruh terhadap cara berpikir, berbicara, bersikap, dan mengambil keputusan,” ujarnya.

Ifa menambahkan bahwa lingkungan dapat memengaruhi seseorang melalui proses mengamati, mengikuti, dan mengulang perilaku yang dilakukan oleh orang-orang di sekitarnya. Seseorang dapat mengamati cara berbicara, bercanda, bersikap kepada guru dan orang tua, menggunakan media sosial, hingga sesuatu yang dianggap keren oleh kelompoknya.

“Setelah terlalu sering melihat, muncul keinginan untuk mencoba dan mengikuti. Kemudian, perilaku tersebut cenderung diulang karena mendapat penguatan dari kelompok. Misalnya, dianggap keren, lebih diterima dalam kelompok, atau mendapat perhatian dari kelompok tersebut,” tambahnya.

Memilih Teman dalam Perspektif Islam

Selain membahas pengaruh lingkungan, Ifa mengajak siswa memahami pentingnya memilih teman dari perspektif Islam. Ia mengutip Al-Qur’an Surah Al-Kahfi ayat 28 yang mengajarkan agar seseorang bersabar bersama orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dan tidak mengikuti orang yang lalai dari mengingat-Nya serta menuruti hawa nafsunya.

Menurutnya, memilih teman merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Berteman dengan siapa saja tetap diperbolehkan, tetapi harus memiliki batasan dan arah yang jelas, terutama dalam memilih pengaruh yang membawa kepada kebaikan.

“Pentingnya memilih teman yang baik. Jadi, dalam pertemanan kita juga bisa pilih-pilih, tetapi dalam hal untuk menuju kebaikan, bukan untuk keburukan. Jika berteman dengan anak yang baik, kita juga dapat mengikuti kebiasaan baik,” jelasnya.

Untuk melibatkan siswa dalam diskusi, ia kemudian memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan pendapat mengenai ciri-ciri teman yang baik.

Siswa kelas VIII Aluminium, El Syirazi Ariansyah, menyampaikan pendapatnya.

“Menurut saya, teman yang baik itu yang pertama tidak terlalu obses terhadap cewek, kedua menjaga salat lima waktu, dan ketiga rajin mengaji,” ujarnya.

Menanggapi pendapat tersebut, Ifa memberikan apresiasi sekaligus menambahkan lima ciri teman yang baik berdasarkan nilai-nilai Islam, yaitu mengajak kepada kebaikan, saling mengingatkan, saling mendukung dalam hal positif, menjaga akhlak dalam pertemanan, serta saling menolong dalam kebaikan.

Ia juga mengaitkannya dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 2 tentang pentingnya saling tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa.

“Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 2 yang artinya, ‘Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.’ Nah, ini bisa kalian seleksi dengan baik dari sekarang, apakah teman kalian termasuk ke dalam ciri-ciri tersebut,” tambahnya.

Kenali Ciri Pergaulan Tidak Sehat

Pada kesempatan tersebut, siswa juga diajak mengenali ciri-ciri pergaulan yang tidak sehat. Di antaranya adalah saling mengejek dan merendahkan, memaksa teman mengikuti kelompok, menganggap pelanggaran sebagai sesuatu yang keren, mengajak melakukan kebiasaan buruk, mengucilkan orang lain, serta melakukan pergaulan negatif di media sosial.

Melalui materi tersebut, siswa diharapkan mampu lebih bijak dalam memilih lingkungan pergaulan. Mereka juga diingatkan agar tidak mudah mengikuti perilaku kelompok hanya demi mendapatkan penerimaan atau dianggap keren.

“Jangan sampai anak-anak berteman ke arah yang tidak sehat. Mari kita memilih teman yang baik untuk lingkungan pergaulan yang sehat,” pesannya.

Penulis: Lely Badriyah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Footer Section