Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, M.Si. dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan rihlah harus dilandasi niat ibadah kepada Allah SWT. Dengan niat tersebut, setiap aktivitas yang dijalani akan terasa ringan dan penuh kebahagiaan.
“Sejatinya hidup kita adalah untuk beribadah kepada Allah hingga ketika kita sudah waktunya dipanggil oleh Allah SWT,” tuturnya.
Beliau juga menekankan bahwa rihlah bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan bentuk rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
“Para santri diharapkan mampu menjadikan perjalanan ini sebagai momen untuk merenungkan kebesaran ciptaan-Nya,” tekannya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Muhammad Fadlum, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan rihlah ini merupakan agenda rutin tahunan asrama SBS Spemdalas.

“Tujuannya adalah memberikan penyegaran (refreshing) bagi para santri setelah menjalani aktivitas belajar dan pembinaan di asrama, sekaligus mempererat ukhuwah, menumbuhkan keceriaan, serta membangun karakter positif melalui pengalaman belajar di luar kelas,” katanya.
Melalui rihlah ini, harapnya, santri dapat kembali ke asrama dengan semangat baru, pikiran yang lebih segar, serta semakin kuat dalam menjalani proses pembinaan
“Dengan rangkaian kegiatan yang edukatif dan menyenangkan, Rihlah Asrama SBS Spemdalas diharapkan mampu menjadi sarana efektif dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, serta senantiasa dekat dengan Allah SWT,” tandasnya. (*)
Penulis : Ain Nurwindasari