Spemdalas Chat Widget
AISA

Chat AISA

Artificial Intelligence Spemdalas Assistant
Halo! Saya AISA - Artificial Intelligence Spemdalas Assistant.
Ada yang bisa saya bantu?

Ramadan Staycation Spemdalas: Latih Keimanan dan Kemandirian Siswa

0
0
0
0

Sebanyak 76 siswa SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Jawa Timur,  diberangkatkan mengikuti program Ramadan Staycation 1447, Selasa pagi (24/2/2026). Kegiatan pembinaan selama tiga hari itu dipusatkan di Hotel Kusuma Agrowisata, Kota Batu, Jawa Timur.

Sejak pagi, para siswa telah berkumpul dengan seragam rapi dan perlengkapan masing-masing. Sebelum keberangkatan, kegiatan diawali registrasi, doa bersama, serta arahan dari pihak sekolah.

Momen pelepasan terasa khidmat karena kegiatan ini tidak sekadar perjalanan ke luar kota, melainkan bagian dari proses pembinaan spiritual untuk menguatkan iman dan karakter selama Ramadan.

Ketua Panitia, Nur Izzatus Sofia, S.Pd.I., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai program pembinaan yang terstruktur.

“Kami menekankan kepada siswa bahwa perjalanan ini bukan sekadar menginap di hotel, tetapi perjalanan ibadah dan pembentukan diri. Sejak berangkat, mereka sudah belajar disiplin, tertib, dan menjaga adab,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah bidang Ismuba Ain Nurwindasari, S.Th.I., MIRKH menambahkan, momentum keberangkatan menjadi titik awal pembiasaan tanggung jawab dan kemandirian siswa.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa setiap langkah mereka bernilai ibadah. Dari cara berpamitan kepada orang tua, menjaga barang bawaan, hingga sikap selama perjalanan, semua adalah bagian dari pendidikan karakter. Harapan kami, sepulang dari Ramadan Staycation ini, mereka menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Al-Qur’an, lebih disiplin dalam ibadah, dan lebih mandiri dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto, M.Si., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya rasa syukur atas kesempatan tersebut.

“Kita harus bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini, karena tidak semua siswa orang tuanya mampu dan mengizinkan. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Namun ingat, apa pun kegiatan yang kita ikuti, jangan lupa tujuan hidup kita yang sesungguhnya, yaitu beribadah kepada Allah Swt. sebagaimana kehendak-Nya saat menciptakan kita,” pesannya sebelum rombongan diberangkatkan.

Perjalanan menuju Batu berlangsung tertib dan penuh semangat. Para siswa tampak antusias menaiki bus, sebagian melambaikan tangan kepada guru dan teman-teman yang melepas. Bagi sebagian peserta, ini menjadi pengalaman pertama mengikuti kegiatan bermalam bersama sekolah di luar kota.

M. Rasya Nabil dari kelas 7 Emphaty mengungkapkan kegembiraannya. “Ikut Ramadan biar bisa ketemu teman lebih lama,” ujarnya sambil tersenyum.

Wildan Athallah Hilmi Dowindra Putra menyampaikan motivasinya untuk belajar mandiri. “Saya ingin belajar mengatur diri sendiri tanpa bergantung pada orang tua,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Elsyirazi Ariansyah dari kelas 7 Care mengaku senang karena bisa merasakan pengalaman naik bus bersama teman-teman.

Selama tiga hari di Batu, peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan ibadah, mulai dari sahur dan buka puasa bersama, salat berjemaah, tadarus, murajaah, kajian tematik, hingga sesi motivasi dan refleksi diri. Seluruh rangkaian dirancang agar Ramadan tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi momentum pembentukan pribadi yang bertakwa, tangguh, dan berkarakter.

Keberangkatan pagi itu menjadi simbol langkah awal—melangkah bersama menuju Ramadan yang lebih bermakna.

Penulis : Ain Nurwindasari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Footer Section