
Tahfidz Bootcamp SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik menjadi sarana bagi siswa Tahfidz Class Program (TCP) kelas VII dan VIII untuk memahami konsep menghafal Al-Qur’an.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk menginap selama dua hari, Jumat-Sabtu (11-12/9/2026), ini diisi dengan rangkaian aktivitas yang berfokus pada penguatan hafalan Al-Qur’an dan membangun semangat siswa untuk istiqamah dalam menghafal.
Salah satu agenda utama yang diikuti adalah pembekalan tahfidz di Andalusia Hall, Spemdalas, bersama dua pemateri dari SMA Muhammadiyah 10 (Smamio) GKB Gresik, M. Faiq Asroril dan Abdurrahman Insan.
Keduanya hadir membawakan materi bertajuk “Menghafal Al-Qur’an ala Gen Z” yang dikemas dengan pendekatan yang sesusi dengan kehidupan siswa.
Dalam materi tersebut, M. Faiq Asroril mengajak siswa memahami kembali alasan pentingnya menghafal Al-Qur’an. Ia menyampaikan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan yang dihafalkan, tetapi memiliki kedudukan sebagai pedoman dalam kehidupan seorang muslim.
“Al-Qur’an adalah pedoman hidup umat Islam di dunia dan akhirat. Selain sebagai pedoman hidup, Al-Qur’an juga menjadi sumber ketenangan jiwa serta sumber ilmu dan hikmah bagi orang-orang mukmin,” ujar Faiq.
Sementara itu, Abdurrahman Insan turut memberikan penguatan kepada siswa melalui sharing mengenai proses menghafal Al-Qur’an. Siswa diajak untuk mengenali kemampuan dan karakter diri masing-masing agar dapat menemukan cara menghafal yang paling sesuai. Dalam materi tersebut dikenalkan empat jenis metode hafalan, yakni auditori, visual, kinestetik, dan kombinasi.
“Adik-adik dapat menyesuaikan jenis hafalan yang sesuai dengan kemampuan. Jenis yang satu bisa terasa lebih mudah bagi seseorang, tapi menjadi tidak mudah bagi yang lain. Jadi, kenalilah kemampuan diri sendiri,” jelasnya.
Tidak hanya membahas metode, kedua pemateri juga mengingatkan siswa mengenai pentingnya istiqamah dalam menjaga hafalan.
Beberapa hal yang ditekankan antara lain meluruskan niat, menciptakan suasana menghafal yang nyaman, membuat target hafalan, menggunakan mushaf yang sama, serta saling mendukung antarteman.
Antusiasme siswa terlihat pada sesi sharing dan tanya jawab. Siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan kedua pemateri, menyampaikan pertanyaan, serta berbagi pengalaman seputar proses menghafal.
Pewarta: Risma Oktavia