
“Every great achievement begins with the courage to take the first step.” Kutipan tersebut menjadi gambaran semangat yang mewarnai pelaksanaan ICP Fun Matriculation Stage VII di SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik pada Senin-Selasa (20–21/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi peserta didik baru International Class Program (ICP) untuk mengenal budaya belajar Cambridge melalui pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Selama dua hari, para siswa mengikuti berbagai kelas tematik, di antaranya Wonderful Arabic, Impressive Maths, Fun Biology Experiment, Attractive Physics, Delightful Mandarin, dan Spectacular English. Setiap sesi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang interaktif sehingga siswa terdorong untuk aktif berdiskusi, berkolaborasi, berpikir kritis, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pembelajaran.
Salah satu sesi yang mendapat antusiasme tinggi adalah Impressive Maths yang dibawakan oleh Khotimatul Khusnah, S.Pd. Melalui permainan edukatif, tantangan pemecahan masalah, dan aktivitas kolaboratif, siswa diajak memahami konsep matematika dengan cara yang lebih menyenangkan dan mudah dipahami.
Khotim menyampaikan bahwa ICP Fun Matriculation dirancang untuk memberikan kesan pertama yang positif terhadap pembelajaran di ICP sekaligus membangun kesiapan siswa menghadapi sistem pembelajaran Cambridge.
“We want students to realize that learning can be enjoyable, interactive, and meaningful. Through these activities, we hope they become more confident, actively participate in class, and are well prepared to begin their journey in the International Class Program,” ujarnya.
Salah satu peserta, Sadira Hasnaa A., siswi Stage 7 ICP, mengaku senang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
“I really enjoyed all the activities because they were fun and interactive. I also got to know my teachers and new friends better. This program makes me excited and more confident to start learning in the ICP class,” tutur Sadira.
Penulis: Desy Suryani


