
“Sometimes, you don’t have to travel far to discover something extraordinary. You just have to look closer at the place you’re in.”
Kalimat tersebut menggambarkan pengalaman Zahra Riaz Mehdi Hamza Ali, mahasiswa University College London (UCL) Inggris, saat mengeksplorasi sejarah dan budaya Gresik bersama siswa kelas VII International Class Program (ICP), SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik.
Sabtu (8/8/26), Zahra bersama beberapa siswa mengunjungi Museum Sunan Giri dan Gajah Mungkur. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Eksplore Gresik untuk mengenal sejarah dan budaya Gresik secara langsung.
Koordinator ICP, Wiwik Indrawati, S.Pd. menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan sarana refresing di antara jadwal yang dijalani Zahra selama beberapa pekan berada di Spemdalas.
“Kami agendakan kunjungan ini dengan maksud agar Zahra mengenal budaya Gresik. Selain itu, kami juga ingin melatih skill komunikasi siswa ICP dengan praktik langsung bersama foreingner,” jelasnya.
Di Museum Sunan Giri, Zahra menelusuri sejarah Sunan Giri, mulai dari asal-usul hingga perannya dalam perkembangan Islam di Gresik. Berbagai peninggalan yang masih tersimpan dan terawat dengan baik menarik perhatiannya.
Zahra juga melihat sejumlah foto lama dari sekitar tahun 1920-an. Dokumentasi tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi Gresik pada masa lalu, termasuk perkembangan dan penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Gresik.
“I was amazed to see that these historical artefacts are still well preserved,” ungkap Zahra.
Menurut Zahra, melihat langsung peninggalan sejarah memberikan pengalaman berbeda dibandingkan mempelajarinya melalui buku. Berbagai benda dan dokumentasi yang masih terjaga membuat sejarah terasa lebih dekat.

Dari Museum Sunan Giri, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Gajah Mungkur. Bangunan bersejarah tersebut menarik perhatian Zahra melalui arsitektur serta sejarah di balik keberadaannya.
Berbagai foto lama yang tersimpan di Gajah Mungkur juga membuat Zahra terkejut. Ketika mengetahui bahwa foto-foto tersebut menyimpan cerita dari masa lampau, ia spontan mengungkapkan rasa takjubnya.
“Really? This actually happened here?” ujarnya.
Selain foto dan bangunan bersejarah, Zahra dan para siswa juga melihat sejumlah peninggalan lain, seperti uang kuno dan batik.
Bagi Michelle Angela Rachman, siswa kelas VII ICP Al Fazari, kunjungan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda.
“Menurut saya, kegiatan ini seru karena kita tidak hanya mendengarkan cerita tentang sejarah, tetapi bisa melihat langsung benda-benda peninggalannya. Jadi, sejarahnya terasa lebih nyata dan mudah diingat,” ujar Michelle.
Sementara itu, Elqueenita Farannisa Ashari, siswa kelas VII ICP Al Ghazali, tertarik dengan berbagai bangunan dan benda peninggalan yang ditemuinya.
“Yang paling menarik bagi saya adalah saat melihat bangunan dan benda-benda kuno yang ternyata memiliki cerita sejarah. Dari kegiatan ini saya jadi tahu bahwa di Gresik ada banyak tempat bersejarah yang sebelumnya belum saya ketahui,” tutur Elqueenita.
Penulis : Desy Suryani