Bawa Gagasan Revitalisasi GUS, Tim Spemdalas Sukses Raih Juara 1 Lomba KTI FFU 2026

0
0
0
0

Prestasi membanggakan kembali diukir oleh siswa-siswi SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas). Tim Spemdalas yang digawangi oleh Fatimah Az-Zahra Alzena Al-Aliy sebagai ketua dan Nabila Sauqiya Azarine sebagai anggota berhasil menyabet gelar Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) FFU 2026 pada 17 Oktober 2026.

Kemenangan gemilang ini diraih berkat gagasan inovatif yang mereka angkat dalam karya ilmiah berjudul: “Revitalisasi Gresik Universal Science (GUS) Sebagai Ekosistem Edukasi & Ekonomi Kreatif Untuk Mendukung Pertumbuhan UMKM Gresik”

Melalui karya tersebut, tim Spemdalas menyoroti potensi besar Gresik Universal Science (GUS) untuk dihidupkan kembali sebagai pusat pembelajaran terpadu sekaligus wadah kolaborasi ekonomi kreatif yang mampu menggerakkan roda UMKM di Kabupaten Gresik.

Kiat Sukses Persiapan: Pahami Materi hingga Restu Orang Tua

Dibalik trofi kemenangan yang mereka genggam, terdapat proses persiapan yang matang dan disiplin. Ketua tim, Fatimah Az-Zahra, menceritakan bagaimana mereka membagi fokus selama masa persiapan.

“Saat menyiapkan lomba, hal pertama yang kami lakukan adalah benar-benar memahami isi makalah dan mencatat poin-poin pentingnya. Kami juga terus belajar serta meraba prediksi pertanyaan yang kira-kira akan ditanyakan juri nanti,” ungkap Fatimah saat ditemui tim pewarta pada 20 Oktober 2026.

Tidak hanya mengandalkan kesiapan teknis, ketenangan mental dan spiritual juga menjadi fondasi penting bagi tim. Nabila Sauqiya menambahkan bahwa dorongan doa dari lingkungan sekitar menjadi penyemangat terbesar mereka.

“Selain menguasai materi, kami selalu berdoa dan aktif meminta doa restu kepada ustadz dan ustadzah di sekolah. Yang paling utama dan tidak boleh ketinggalan adalah meminta restu orang tua. Ridho orang tua bikin kami jauh lebih tenang,” ujar Nabila.

Bimbingan Intensif dari Pembina & Performa Mental di Panggung Lomba

Keberhasilan tim Spemdalas ini tentu tidak lepas dari pengawalan sang guru pembimbing, Ustadz M. Nor Qomari, S.Si. Peran beliau dinilai sangat krusial dalam mempertajam gagasan dan memberikan arah sejak awal penyusunan karya.

“Ustadz Ari sangat membimbing kami dari awal. Beliau selalu memberi ide, saran, dan masukan yang membangun supaya karya kami ini benar-benar matang dan aplikatif,” puji Fatimah.

Saat tiba hari H dan berdiri di hadapan para juri, rasa gugup tentu ada. Namun, modal persiapan yang matang dan mentalitas pantang menyerah membuat mereka mampu melewati sesi tanya jawab dengan lancar.

“Kunci kami saat lomba adalah tetap percaya diri dan menjawab pertanyaan sebisanya, menyampaikan apa yang terlintas di otak berdasarkan pemahaman yang sudah kami pelajari. Dan yang paling penting, kami selalu menyempatkan berdoa sebelum dan sesudah lomba,” tutup Nabila penuh rasa syukur.

Kemenangan ini diharapkan dapat menginspirasi para siswa Spemdalas lainnya untuk terus berani berkarya, berpikir kritis, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Pewarta: Granita Nilam

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Footer Section