
Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Tim Humas SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengikuti In House Training Mastering Education Branding dan Marketing yang diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PCM GKB Gresik pada Jum’at-Sabtu (9-10/1/2026) di Averoes SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik.
Pelatihan ini diikuti oleh empat sekolah yaitu SD Muhammadiyah 1 GKB, SD Muhammadiyah 2 GKB, SMP Muhammadiyah 12 GKB, dan SMA Muhammadiyah 10. Pemateri Ade Chandra Sutrisna, S.I.KOM., CDMP, Founder @marketingforschools.id, dan Kunsultan Marketing Lembaga Pendidikan Hari pertama disampaikan pengalaman menggarap branding activations untuk perguruan tinggi Islam terbaik di dunia. Bagaimana pentingnya branding untuk lembaga pendidikan dan hal penting dalam membangun branding menjadi fokus. Pentingnya strategi branding yang tepat pada sasaran, pengelolaan citra sekolah dengan baik juga disampaikan dengan lugas.
Kepala Spemdalas, Yugo Triawanto M.Si menyampaikan In House Training ini sangat krusial, terlebih dalam menghadapi dunia pendidikan yang semakin maju dan canggih maka kita perlu banyak belajar update.
”Dengan adanya pelatihan ini dapat menambah dan update ilmu terkait baranding sekolah. Semua juga bertanggung jawab atas branding sekolah tidak hanya tim humas saja. Terlebih dalam menghadapi era teknologi semakin canggih, harus kita manfaatkan dengan baik dalam membangun sekolah dengan nilai yang positif ” ujarnya.
Wakil Kepala Spemdalas bidang Humas, Edy Kurniawan, S.Pd. juga menyampaikan bahwa In House Training ini dapat menambah wawasan baru dan lebih memacu semangat untuk terus berusaha yang terbaik bagi sekolah.
”Setelah ikut pelatihan Mastering Education Branding dan Marketing kemarin, saya merasa banyak dapat insight baru yang keren dan aplikatif,” jelasnya.
“Saya jadi makin paham, lanjutnya, bahwa publikasi itu harus cepat dan idealnya sudah disiapkan sejak awal kegiatan. Branding juga ternyata bukan cuma soal logo atau warna, tapi soal membangun persepsi dan kepercayaan. Apa yang kita publish itu adalah janji, jadi harus jujur dan sesuai kondisi sekolah,” terangnya.
Dia juga menjelaskan bahwa materi AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) juga membuka cara berpikir baru dalam menyusun konten agar tidak sekadar posting, tapi benar-benar mengarahkan audiens untuk bertindak. Alur follow up dari tes minat bakat juga sangat membantu karena jadi lebih terstruktur dan tepat sasaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edy Kurniawan menyatakan bahwa materi digital marketing adalah yang paling relate.
“Terutama soal ulasan Google, call to action, kolaborasi, interaksi di akun besar, dan story yang aktif, dan bukan cuma repost. Intinya, pelatihan ini membuat saya sadar bahwa marketing pendidikan itu harus strategis, konsisten, dan berbasis data, bukan sekadar ramai di medsos,” terangnya.
Penulis : Lely Badriyah