Cerpen Siswa Spemdalas Dimuat di Majalah Liris Kemendikdasmen

0
0
0
0

 Fatimah Az-zahra Alzena Al-aliy tersenyum sumringah ketika naskah cerpennya yang berjudul Cerita Gang Sebelah terbit di Majalah Liris, Majalah Sastra Nasional, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Karya cerpen dari siswa ini terbit di Majalah Liris – Vol. I/11/2025. Siswa yang duduk di kelas VII International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik ini sudah menulis 6 buku antologi puisi, cerpen, dan budaya dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Sampai saat ini, dia telah memenangkan 5 kejuaraan di tingkat kabupaten hingga nasional, baik di bidang sastra (puisi dan cerpen) maupun penelitian ilmiah remaja.

Saat ditanya, kegemaran menulis cerpen, dengan simpul malu, dia menyampaikan bahwa kegemaran menulis sudah sejak di Sekolah Dasar (SD).

“Sejak kelas 2 SD, saat masa pandemis sering menulis cerpen dan cerita di buku tulis,” katanya, Rabu (7/1/2026).

Dia menceritakan, cerpen yang berjudul Cerita Gang Sebelah ini merupakan cerita yang mengangkat kearifan lokal Gresik.

“Saat SD Muhammadiyah kelas VI mendapatkan tugas mengeksplor kebudayaan lokal. Dari sana saya dan ayah selalu berkunjung dan mencari sejarah cerita Gresik. Dan dari perenungan ini menjadi cerita berlatar belakang budaya Gresik,” ceritanya.

Sampai sekarang, siswa yang akan pendiam ini juga telah mengoleksi prestasi juara II lomba menulis cerpen tingkat nasional yang diselenggarakan oleh lingkar penulis. Karya yang dilombakan tersebut pun dibukukan dalam bentuk antologi buku.

Selain di bidang penulisan cerpen, dia juga pernah mendampatkan prestasi saat masih duduk di SD. “Pernah juara II lomba risert: Cipta Alat Peraga Bidang Sains yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tahun 2024 dan juga lomba Cipta puisi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Master Academi,” tambannya.

Azza, panggilan akrabnya, perlu waktu 2 hari untuk menghasilan cerpen Cerita Gang Sebelah butuh. Di harus melakukan riset ke Kampung Kemasan terlebih dahulu.

“Alhamdulillah, cerpen tersebut bisa dimuat di Majalah Liris. Hal ini setidaknya karya saya telah diakui keberadaannya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Majalah mereka (Liris),” katanya.

Prestasi Azza ini pun tidak lepas dari peran orangtua. Dia mengatakan orangtuanya sangat mendukung dan memberikan motivasi perihal literasi, menulis cerpen ini.

“Karena sejak kecil, memang saya terbiasa dibelikan buku novel dan lainnya setiap bulannya, dan harus dibaca. Dari sanalah tumbuh kebiasaan saya untuk menulis,” ucapnya.

Setelah cerpennya berhasil lolos di majalah Kemendikdasmen, dia sekarang sedang proses menulis cerpen lagi. “Semoga saja bisa dimuat di bulan bulan berikutnya,” tandasnya. (*)

Penulis : Ichwan Arif

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Footer Section