Dari Langkah Kecil Menuju Perubahan Besar: Kultum Ciamik Siswa Awali Semester Genap

0
0
0
0

Dua siswa dari kelas IX Fez SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik mendapat kepercayaan mengisi kultum perdana semester dua, yakni Muhammad Azam Insan Taqwa dan Nadira Faries Ghaisani. Kultum dilaksanakan setelah sholat dzuhur berjamaah di Andalusia Hall, Senin (5/1/26). Meski baru kembali ke rutinitas sekolah setelah libur panjang, keduanya tampil penuh semangat dan percaya diri, menghadirkan kultum yang ciamik dan relevan dengan kondisi siswa.

Kesempatan pertama disampaikan oleh Nadira Faries Ghaisani. Mengangkat tema upgrade diri menjadi versi yang lebih baik, Dira—sapaan akrabnya—mengajak seluruh jamaah untuk bersyukur atas kesempatan memasuki tahun 2026 dan semester dua. Ia menyinggung fenomena resolusi awal tahun yang sering kali berakhir hanya sebagai wacana.

“Sering kali kita ingin berubah jadi lebih baik, tapi seminggu kemudian balik lagi malas-malasan, bangun kesiangan, tugas menumpuk, dan ibadah masih nanti-nanti,” ucapnya disambut senyum dan anggukan para siswa.

Dira kemudian menukil Surat Ar-Ra’d ayat 11, bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dari ayat tersebut, ia menegaskan bahwa perubahan tidak datang karena keajaiban, melainkan karena usaha pribadi yang dimulai dari langkah kecil.

Ia pun membagikan tiga kunci sederhana. Pertama, sedikit tapi rutin—memulai dari target kecil seperti sholat tepat waktu atau membaca Al-Qur’an beberapa ayat setiap hari. Kedua, memilih teman yang baik, karena lingkungan pertemanan sangat memengaruhi perilaku. Ketiga, berhenti menunda-nunda, sebab musuh terbesar manusia sering kali adalah kata “nanti”.

“Waktu itu seperti pulsa, kalau sudah habis tidak bisa kembali,” tegasnya. Dira menutup kultumnya dengan pesan yang membekas, “Memperbaiki diri bukan soal siapa yang paling cepat berubah, tapi siapa yang paling bertahan dalam kebaikan. Sedikit tapi istiqamah bisa mengubah hidup menjadi luar biasa.”

Kultum kemudian dilanjutkan oleh Muhammad Azam Insan Taqwa dengan tema Niat Memulai Semester 2 dengan Bismillah. Dengan suara mantap, Azam mengingatkan bahwa semester dua bagi siswa kelas IX bukanlah semester biasa.

“Ini masa penentuan—masa persiapan ujian dan langkah menuju jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, semuanya harus diawali dengan niat yang benar dan bismillah,” ujarnya.

Azam menguatkan pesannya dengan sabda Rasulullah SAW bahwa setiap perbuatan baik yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah akan terputus keberkahannya. Menurutnya, belajar yang diawali dengan bismillah akan meluruskan niat—bukan sekadar mengejar nilai, tetapi mencari ridha Allah dan masa depan yang lebih baik.

“Belajar dengan niat yang lurus membuat kita lebih semangat, disiplin, dan tidak mudah menyerah meski tugas terasa berat,” tuturnya. Ia pun mengajak teman-temannya memperbaiki niat belajar demi menghadapi ujian, membanggakan orang tua, dan menyiapkan masa depan.

Koordinator Pembiasaan kelas IX, Sumiah, S.Pd. mengapresiasi penampilan, “Keduanya sudah menyampaikan kultum dengan sangat baik. Berani tampil di hari pertama masuk sekolah itu luar biasa,” ujarnya. Ia menilai tema yang diangkat saling menguatkan, yakni mengajak siswa mengisi tahun dan semester baru dengan hal-hal positif. “Semoga ke depan semakin percaya diri dan semakin ciamik,” pungkasnya.

Penulis : M. Nur Qomari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Footer Section