
Suasana khidmat menyelimuti SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) pada Jumat (13/2/2026). Seluruh siswa dan guru berkumpul di lapangan untuk mengikuti Tausiyah Tarhib Ramadan 1447 H. Mengusung tema “Teguhkan Niat dan Perkuat Semangat Menyambut Ramadan 1447 H”, kegiatan ini menghadirkan penceramah muda dan juga imam masjid Faqih Oesman, Ustadz Abdussalaam Khadafi.
Ustadz Khadafi mengenakan sarung hitam, jas hitam, dan kopyah hitam, penampilannya tampak elegan sekaligus sederhana. Acara dimoderatori oleh siswa VII Care, M. El Syirazi. A. Dalam tausiyahnya, Ustadz Khadafi mengajak seluruh keluarga besar Spemdalas untuk tidak sekadar menyambut Ramadan secara seremonial, tetapi dengan kesiapan hati dan niat yang sungguh-sungguh. “Ramadan adalah tamu agung. Kita perlu menyiapkan hati, bukan hanya kalender,” tuturnya membuka ceramah.
Beliau kemudian menjelaskan beberapa keutamaan bulan Ramadan yang patut disyukuri dan dimaksimalkan. Pertama, dibukanya pintu-pintu surga, salah satunya melalui ibadah puasa yang dijanjikan pahala istimewa oleh Allah SWT. “Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan kesabaran dan keikhlasan,” jelasnya.
Keutamaan kedua adalah pahala berlipat ganda bagi siapa pun yang membaca Al-Qur’an. Ramadan disebut sebagai bulan Al-Qur’an, sehingga membaca dan mentadabburinya menjadi amalan utama yang tidak boleh dilewatkan. Ustadz Khadafi mendorong siswa untuk mulai membiasakan tilawah sejak sebelum Ramadan tiba.
Keutamaan ketiga yang disampaikan adalah hadirnya Malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. “Bayangkan, satu malam setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah. Jangan sampai kita melewatkannya,” pesannya, mengingatkan siswa agar meningkatkan kualitas ibadah terutama di sepuluh malam terakhir Ramadan.
Azrul Achmad Fahreza memberanikan diri untuk bertanya, “ Saya Reza dari 7 Discipline ustadz,” ucapnya. “ Apa sebaiknya takjil yang kita makan saat berbuka?,” tanyanya. Ustadz Khadafi segera menjawab, “ berbuka dengan buah dan makanan manis ya mas Reza,” jawabnya. Akhirnya Reza menadapatkan hadiah chocholatos 1 box.
Sepanjang tausiyah, suasan terasa hangat. Sesekali siswa tersenyum ketika Ustadz Khadafi menyelipkan kisah inspiratif dan analogi ringan yang dekat dengan kehidupan remaja. Pesan beliau sederhana namun mengena: Ramadan adalah momentum perubahan diri.
Kegiatan Tarhib Ramadan ini menjadi pengingat bahwa persiapan menyambut bulan suci tidak hanya soal fisik, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual. Melalui tausiyah ini, Spemdalas berharap seluruh siswa mampu meneguhkan niat, memperkuat semangat ibadah, serta menjadikan Ramadan 1447 H sebagai titik awal menjadi pribadi yang lebih disiplin, sabar, dan berakhlak mulia.
Ramadan semakin dekat. Dan di Spemdalas, langkah persiapan itu telah dimulai dengan ilmu, nasihat, dan tekad untuk menjadi lebih baik.
Penulis : M. Nor Qomari