Keseruan Angkatan ke-23 Spemdalas Kunjungi Museum Muhammadiyah

0
0
0
0

Yogyakarta, Jumat (12/12/2025) — Rangkaian kegiatan Rihlah kelas 9 SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) bertema “Unforgettable Journey for IX Grades” semakin berkesan dengan kunjungan edukatif ke Museum Muhammadiyah yang terletak di Kampus IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Tamanan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa kelas IX mendapatkan pengalaman belajar langsung dari pemandu museum, yang memandu mereka menyusuri jejak sejarah Muhammadiyah dari lantai 1 hingga lantai 4. Selama sekitar 1,5 jam, para siswa diajak menyimak perjalanan panjang organisasi Muhammadiyah melalui koleksi foto para Ketua Umum Muhammadiyah dari masa ke masa, perubahan lambang Muktamar—yang pada periode awal dikenal sebagai Kongres—hingga sejarah berbagai Organisasi Otonom, seperti Tapak Suci dan Hizbul Wathan (HW).

Museum Muhammadiyah sendiri didirikan sebagai wahana untuk merekam dan merawat jejak sejarah gerakan Muhammadiyah. Koleksinya mencakup artefak berharga, dokumen-dokumen historis, buku-buku kuno, hingga lukisan yang menggambarkan dinamika perjalanan Muhammadiyah sejak awal berdiri hingga era modern. Semua disajikan dalam bentuk yang komunikatif, edukatif, dan penuh nilai historis.

Pemandu museum menekankan bahwa museum ini bukan hanya tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga ruang pembelajaran untuk menanamkan nilai luhur perjuangan Muhammadiyah. Melalui memahami perjalanan panjang gerakan ini, diharapkan para pengunjung—khususnya generasi muda—dapat memperluas wawasan, menumbuhkan kebijaksanaan, dan tergerak untuk berpartisipasi dalam melanjutkan kiprah Muhammadiyah di masa depan.

Siswi kelas IX Fez, Armilda Putri Athifa, menyampaikan bagian yang paling menariknya adalah zona globe berwarna hitam emas yang berputar di tengahnya. Globe tersebut dikelilingi oleh headline surat kabar bersejarah.

“Di zona ini, perpaduan sistem IT terasa sangat kuat dan inovatif. Saya sangat suka bagian itu karena ia memberikan rasa koneksi yang mendalam terhadap perjuangan Muhammadiyah. Globe tersebut secara visual menyampaikan urgensi. Bukan hanya tentang sejarah lokal, tetapi tentang dampak global. Seperti sebuah visualisasi yang membuat kita menyadari bahwa perjuangan Muhammadiyah itu bergaung di seluruh dunia, tidak hanya di Yogyakarta,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Visualisasi yang canggih ditambah dengan pameran dokumen otentik di sekitarnya perasaan bangga dan termotivasi timbul dalam diri saya. Ketika teknologi canggih dipakai untuk menghidupkan kembali idealisme seperti yang tertera pada display “Matahari Terbit di Pagi Berkabut” atau “Kenyataan Atas Keterpurukan Umat Islam”, menurut saya sejarah itu tidak lagi terasa seperti tugas sekolah tetapi ia menjadi panggilan untuk beraksi. Saya suka bagian itu karena ia sukses menyentuh sisi emosional saya untuk menjadi bagian dari kisah yang lebih besar,” jelasnya.

Armilda juga menyampaikan anggapan awalnya tentaang museum terpatahkan.
“Saya anggap museum sebagai tempat yang biasa saja. Tapi, setelah datang ke Museum Muhammadiyah pandangan saya berubah total. Jadi, bagi teman-teman yang belum mengunjungi, jangan ragu lagi untuk datang. Museum Muhammadiyah ini sukses mematahkan stigma museum yang membosankan. Ini adalah tempat yang wajib didatangi untuk melihat langsung kontribusi besar Muhammadiyah kepada bangsa dengan cara yang sangat modern dan menyenangkan. Teman-teman akan pulang dari museum ini dengan wawasan baru dan perasaan termotivasi,” pungkasnya.

“Museum ini, lanjutnnya, memadukan nilai-nilai kearifan lokal Yogyakarta. Berbagai unsur seni budaya lokal hadir sebagai bagian dari koleksi, seperti seni wayang kulit, batik, dan musik tradisional, yang turut memengaruhi dinamika dan perkembangan gerakan Muhammadiyah dari waktu ke waktu. Perpaduan ini menciptakan suasana yang hangat, kaya, dan menambah kedalaman pengalaman belajar para siswa.

Penulis : M. Nur Qomari

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Footer Section