
SMP Muhammadiyah 12 (Spemdalas) GKB Gresik mengajak siswa belajar menghadapi situasi darurat tidak cukup hanya melalui teori. Siswa juga perlu memiliki pengalaman praktik agar lebih siap ketika menghadapi kondisi sebenarnya. Hal inilah yang diwujudkan melalui kegiatan Guest Teacher Kelas IX dengan tema “Tanggap Kebakaran”, Kamis, (29/10/2026).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ichwan Arif, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi kebakaran yang kerap terjadi, khususnya saat musim kemarau. Fenomena kebakaran hutan dan lahan yang marak terjadi juga menjadi salah satu perhatian sekolah untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kebakaran.
“Seperti kita tahu bahwa pada musim kemarau, kebakaran sering terjadi kebakaran di lingkungan sekitar kita. Harapannya, siswa mengetahui dan memahami tentang tanggap kebakaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, siswa juga perlu mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh dengan pendampingan tenaga profesional.
“Selain memahami penyebab kebakaran dan cara menanggulanginya, siswa juga bisa praktik bersama orang yang memiliki kompetensi di bidangnya,” imbuh Arif.
Dalam kegiatan tersebut, Spemdalas menghadirkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik. Rombongan yang hadir berjumlah delapan orang, termasuk Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Suyono, S.H., S.Sos., M.M.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan dari Kepala Dinas yang menyampaikan gambaran umum penanganan kebakaran dan penyelamatan di Kabupaten Gresik sepanjang 2025 hingga 2026.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik per 29 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, sepanjang 2025 tercatat 1.311 kejadian, yang terdiri atas 260 kasus kebakaran dan 1.051 kejadian penyelamatan.
Sementara itu, sepanjang 2026 hingga 29 Oktober, tercatat 567 kasus kebakaran dan 987 kejadian penyelamatan. Jumlah kasus kebakaran pada 2026 tersebut telah melampaui jumlah kasus sepanjang 2025.
Setelah pengarahan kepala dinas, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan dari tim Damkarla mengenai berbagai hal terkait penanganan kebakaran. Achmad Fauzi, petugas Pemadam Kebakaran Pemula dari Damkarla Kabupaten Gresik, turut memberikan materi tentang penanganan kebakaran akibat kebocoran gas LPG dan korsleting listrik.

Siswa kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengikuti praktik secara langsung. Materi praktik lebih banyak difokuskan pada cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik memadamkan api menggunakan karung goni basah.
Salah satu momen menarik terjadi ketika Ibrahim Zain Dharmawan, siswa kelas IX Alexandria memberanikan diri menerima tawaran petugas Damkarla untuk mencoba memadamkan api. Meski sempat merasa takut, ia akhirnya berhasil melakukan praktik tersebut di hadapan teman-temannya.
“Saya bahagia sekali bisa memadamkan api. Awalnya takut, tapi akhirnya saya bisa mencoba memadamkan api,” ujarnya dengan peluh bercucuran.
Ia mengaku semakin bersemangat karena mendapat dukungan dari teman-temannya yang menyaksikan praktik tersebut.
“Apalagi sorak-sorak dari teman semua menambah semangat saya,” sambungnya sambil tersenyum.
Selain Ibrahim, Faisal Mirza Lakeisha Efendi dari kelas IX Baghdad juga mendapatkan kesempatan mempraktikkan pemadaman api menggunakan APAR berbahan karbon dioksida (CO₂).

Wali kelas IX Bagdad, M. Noor Qomari menyampaikan antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran melalui pengalaman langsung memberikan kesan tersendiri. Tidak hanya memahami teori, siswa juga berkesempatan mengenal peralatan pemadam kebakaran dan mencoba teknik penanganan awal dengan pendampingan petugas.
“Dari materi yang disampaikan, semoga siswa Spemdalas memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi potensi kebakaran. Dengan bekal tersebut, siswa bisa semakin tanggap terhadap situasi darurat serta mampu meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” harapnya.
Pewarta: Risma Oktavia