
Kita pasti udah mahfum bahwa setiap orang adalah unik. Masing-masing memiliki selera yang berbeda dalam berbagai hal seperti musik, fashion, gaya estetika dan banyak hal. Dikutip dari data Goodstats yang dirilis pada 9 Juni 2023, genre musik yang paling disukai orang Indonesia adalah pop. Disusul dangdut dan k-pop. Mengapa orang Indonesia suka genre tersebut? Tentu karena selera.
Seorang yang suka dengan genre tertentu bisa langsung jatuh hati ketika mendengarnya. Seperti ada dorongan dari dalam tubuh yang ingin selalu memutar dan mendengar lagu berulang-ulang. Hal ini lambat laun akan mempengaruhi kepribadian diri. Musik tersebut telah menjadi sebagian dari diri kita. Sebagian dari dunia kita. Apalagi, jika teman-teman kita ternyata menyukai genre yang sama. Tidak susah menemukannya. Sehingga genre yang dianggap disukai semua orang adalah hal normal bagi kita.
Namun diantara orang-orang tersebut, ada yang menyukai genre yang lain. Dikutip dari data goodstats pada 19 Juni 2023, genre rock, j-pop, j-rock, dan folk menjadi genre yang bisa dikatakan minoritas. Kenapa tidak mengikuti selera orang sekitar? beberapa orang bilang prinsipnya sendiri. Prinsip untuk memiliki sebagian dunia yang lain. Sehingga, menjadi kepribadian yang lain lagi. Mereka mengangap apa yang mereka suka adalah yang terbaik bagi mereka.
Namun, terkadang ada masalah di antara kita dan mereka. Kita yang mengikuti tren selalu menyukai hal yang sama dengan teman kita. Namun ketika berbeda dengan mereka, kita hanya menjadi satu-satunya orang yang memiliki selera yang berbeda. Kita mudah sekali dalam memilih lagu yang cocok untuk semua orang karena kita yakin mereka juga suka lagu tersebut. Sedangkan mereka tidak tahu dengan kepolosannya yang dilihat orang lain dari lirik lagu apa ini? Mereka hanya mengikuti apa kata selera mereka. Apa yang selama ini menyusun diri mereka menjadi kepribadian yang utuh.
Kita hanya ingin menuntun mereka menjadi diri kita. Menjadi selera yang disukai semua orang. Mereka hanya ingin mereka sama dengan kita. Namun, beberapa dari kita yang merasa aneh mengatai dengan “wibu” “kpopers” “metal”. ya mungkin begitulah. Yang diperlukan dari awal hanya adab saja. Pada akhirnya kita semua juga manusia. Sama-sama bisa bebas berpendapat. Sama-sama bebas berselera.
Oleh karena itu, saya tegaskan kembali sebagai penulis. Bahwa semua orang berhak untuk memiliki hal favoritnya sendiri. Mereka sudah menganggap hal tersebut sebagai sebagian dari dunia mereka. Sebagian dari tumpahan perasaan mereka. Begitu juga dengan kita. Semua orang bebas untuk mencintai apa yang mereka cintai.
Karya Muhammad Fikri Rahmansyah (siswa OST Jurnalistik)


