Spemdalas Chat Widget
AISA

Chat AISA

Artificial Intelligence Spemdalas Assistant
Halo! Saya AISA - Artificial Intelligence Spemdalas Assistant.
Ada yang bisa saya bantu?

Jujur Saat Mengerjakan Tugas Sekolah, Penting Nggak Sih

0
0
0
0

Pada zaman teknologi seperti saat ini, kita bisa dengan mudah mengerjakan tugas, terutama tugas sekolah. Banyak tools yang membantu kita menyelesaikan banyak hal. Mulai dari berbagai AI, ada juga berbagai aplikasi yang dapat membantu menyelesaikan tugas sekolah. Kemudahan tersebut harus menjadi catatan bagi kita sebagai siswa. Tugas sekolah haruslah dikerjakan dengan jujur, menggunakan kemampuan pribadi, bukan pikiran robot atau sejenisnya. Untuk menghindari perbuatan semacam itu kita harus mengetahui apa yang menjadi “kelebihan” dari mengerjakan tugas sekolah dengan jujur.

​1. Tugas sebagai pengukur kemampuan diri
Kita pasti sering mendapatkan tugas sekolah dari guru. Tapi apakah kita tahu maksud guru memberikan tugas? Tentu saja untuk mengukur kemampuan kita dengan materi yang sudah diajarkan di sekolah. Kalau kita mengerjakan tugas tersebut dengan tidak jujur, bagaimana cara guru untuk mengetahui apakah kita paham atau tidak agar nantinya bisa diberikan solusi untuk bagian yang kurang kita pahami. Ibarat dokter ketika memeriksa kesehatan pasien, jika dokter memalsukan laporan, maka pasien yang sakit tidak pernah diobati dan justru malah membahayakan kesehatan.
Mengetahui kekurangan pada diri membuat kita memiliki waktu untuk dapat memperbaikinya sehingga membuat kita lebih siap untuk menghadapi ujian di masa depan yang terus berubah. Jangan takut jika mendapat hasil yang kurang sempurna, percayalah dengan diri sendiri bahwasanya aku bisa berusaha sendiri untuk menyelesaikan tugas ini, karena tugas juga merupakan salah satu bagian dari proses belajar kita.

​2. Membangun integritas
Mengerjakan tugas dengan jujur tidak melulu soal nilai. Melainkan soal membangun integritas dalam diri kita. Kita mesti menjaga kualitas integritas kita bahkan disaat tidak ada yang mengawasi kita. Jika kita sedari dini sudah terbiasa melakukan kecurangan terhadap tugas kecil di sekolah bagaimana jika nanti kita mengemban tugas yang lebih besar. Integritas dapat membedakan kita dengan orang lain. Jika kita mampu mempertahankan sikap integritas kita, kita akan dipercaya orang lain bahkan untuk megemban tugas berat sekalipun. Dengan integritas kita sudah melatih diri kita untuk menjadi orang sukses dimasa depan, tidak hanya akademik, juga moral dan integritas.

3. Jangan Jadikan Nilai Sebagai Tuntutan
Di sekolah, kita sering melihat angka d iatas kertas sebagai segalanya. Seolah-olah, siswa baru dikatakan pintar jika mendapat nilai yang sangat bagus. Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Pemikiran seperti itu biasanya datang dari segala arah, bisa dari keinginan untuk memamerkan nilai bagus kepada teman lain atau memenuhi tuntutan orang tua. Sebisa mungkin kita hindari “Yang penting nilaiku bagus, tidak peduli bagaimana cara mendapatkannya”.

    Standar nilai yang salah kaprah ini membuat moral sebagai poin penting. Hal ini juga menyebabkan persaingan yang tidak sehat antarsiswa. Padahal sekolah bukan tempat untuk berkompetisi, sebaliknya sekolah adalah tempat aman untuk belajar dan bersosialisasi bersama teman. Jika kita hanya mengejar angka dan menghiraukan moral itu sama saja seperti kita membohongi diri sendiri. Mungkin di depan kita melihat teman memuji kita, namun dari hati nurani, kita tahu bahwa hasil itu bukan berasal dari diri sendiri sehingga pencapaian yang diraih terasa tidak bermakna.

    ​Kesimpulan
    Kejujuran mungkin terasa berat saat menghadapi kesulitan. Tapi ingatlah selalu, kejujuran memberikan sesuatu yang lebih baik dibanding dengan hasil yang tidak baik. Banggalah selalu jika kita membuat hasil dari usaha diri sendiri. Karena itu, mari memandangnya kejujuran sebagai pembangun karakter.

    Karya Fakhri Adi Alfatih (siswa OST Jurnalistik Spemdalas)

    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Scroll to Top
    Footer Section