Pagi yang cerah itu, Rabu (17/12/25), di area joglo terbuka Teras Srawung Cafe dan Resto Gresik. Satu per satu siswa hadir dan disapa oleh tutor. Para siswa nampak membalas sapaan dengan bahasa Inggris dengan percaya diri. Di sanalah Member Gathering tahunan Pusat Bahasa Spemdalas (PBS) Language Center digelar—sebuah ruang aman bagi anak-anak dan remaja untuk mencoba, berbicara, dan merayakan proses belajar bahasa Inggris secara nyata.

Kegiatan yang diikuti 114 anggota ini menjadi penutup rangkaian Speaking Club semester ganjil tahun pelajaran ini. Member Gathering ini juga dirancang sebagai momentum refleksi, apresiasi, dan penguatan kepercayaan diri melalui pengalaman belajar yang autentik.

Awarding dan Performance Siswa

Rangkaian acara diawali dengan sesi awarding. Setelah menyampaikan sambutan, Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas) Gresik, Yugo Triawanto, M.Si, secara langsung menyerahkan penghargaan Peserta Terbaik Speaking Club kepada anggota yang dinilai konsisten, aktif, dan menunjukkan perkembangan signifikan selama kegiatan rutin berlangsung.

Penerima penghargaan tersebut adalah:

  1. Nabila Sauqiya Azarine (Grup Oxford )
  2. Meysha Putri (Grup Moscow)
  3. Fahreza Arfan Wiratama (Grup Praha)
  4. Baby Chayra Fayyola Zikry (Grup Dublin)
  5. Khayla Maritza Alexandra (Grup Zurich)
  6. Aisha Qiandik Shanun Apriyono (Grup Monaco)
  7. Abidzar Yazid Pradana (Grup Brussels)
  8. Triwandana Rafsanjani (Grup Florence)

Sesi ini menjadi penanda bahwa proses belajar dan keberanian berlatih berbicara mendapat tempat dan apresiasi.

Koordinator PBS Language Center, Khoiro Numsyah, S.Pd, menegaskan bahwa Member Gathering merupakan puncak kebersamaan seluruh anggota.

“Ini adalah penutup kegiatan rutin mingguan Speaking Club. Kami ingin anak-anak merasakan bahwa usaha mereka dihargai, sehingga mereka semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris,” ujarnya.

Setelah awarding, suasana menghangat melalui sesi performance anggota. Beberapa peserta dengan talenta khusus tampil bercerita dan bernyanyi di hadapan seluruh anggota. Tepuk tangan dan sorakan dukungan mengiringi setiap penampilan, menciptakan atmosfer aman dan suportif bagi anak-anak untuk tampil tanpa rasa takut.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan kehadiran dua penutur asing sebagai guest tutor, yakni Farid Javaid dari Pakistan dan Mohammad Eshaq Tokhi dari Afghanistan. Melalui sesi meet and greet, keduanya memperkenalkan diri dan berbagi pengalaman singkat menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.

Tutor pendamping Aliyah Salsabila, S.Pd (Miss Bila) menyampaikan bahwa kehadiran guest tutor memberi warna tersendiri.

“Anak-anak terlihat antusias. Meskipun ada tantangan dalam pengondisian peserta level SD, kekompakan tim tutor pendamping membuat kegiatan tetap berjalan sesuai rundown,” ujarnya.

Hal ini diperkuat oleh Nazwa Aprillya Putri, S.Pd yang menilai peserta menikmati sesi ini, meskipun beberapa mulai ingin beristirahat saat sesi klasikal berlangsung di ruang terbuka. Ke depan, sesi serupa diharapkan dapat dikemas lebih interaktif.

Permainan Kosakata hingga Closing Ceremony

Usai sesi bersama foreigners, kegiatan dilanjutkan dengan permainan kosakata bahasa Inggris secara berkelompok. Farid dan Tokhi turut mendampingi peserta, sehingga praktik bahasa berlangsung lebih natural, komunikatif, dan menyenangkan.

Pada sesi penutupan, disampaikan penghargaan Peserta Terbaik Member Gathering oleh Farid Javaid dan Muhammad Eshaq Tokhi kepada tiga peserta yang menunjukkan partisipasi paling aktif sepanjang kegiatan, yaitu:

  1. Afsar Mahvin Maulana (The Golden Champs)
  2. Berlian Salasika Yumna Maisadipta (The Dynamic Movers)
  3. M. Kinan Adli Al Karimi (The Brilliant Stars)

Kegiatan berlanjut dengan evaluasi. Khoiro Numsyah, S.Pd menyampaikan bahwa tantangan utama terletak pada penyesuaian waktu pelaksanaan di tengah padatnya agenda sekolah. Untuk itu, komunikasi intensif menjadi kunci keberhasilan kegiatan.

“Ke depan, PBS Language Center berencana lebih memaksimalkan sesi performance anggota. Hal ini agar semakin banyak peserta memperoleh ruang tampil dan mengekspresikan kemampuan bahasa Inggris para peserta,” harapnya.

Penulis: Dina Hanif Mufidah

Scroll to Top