
Pelaksanaan program Praktisi Mengajar di Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa semester 5 Departemen Pendidikan IPA. Jum’at (12/12/25).
Perkuliahan ini diampu oleh Yugo Triawanto, M.Si., Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB (Spemdalas), dengan beban 2 SKS pada setiap pertemuan.
Yugo menyampaikan bahwa pada pertemuan terakhir perkuliahan, mahasiswa akan melaksanakan unjuk produk pembelajaran Science, Technology, Engineering and Math (STEM) berbasis coding dan Internet of Things (IoT) sebagai hasil dari rangkaian perkuliahan yang telah berlangsung selama enam pertemuan.
“Selama proses perkuliahan di UM, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep STEM secara teoritis, tetapi juga dibimbing untuk mengembangkan produk nyata berupa alat praktikum dan bahan ajar IPA yang mengintegrasikan coding dan IoT, ” jelasnya.

Pada pertemuan terakhir yang dilaksanakan di UM, Yugo mengajak tiga siswa dari kelas Digital Technology Cass Program (DTCP) Spemdalas untuk terlibat langsung dalam kegiatan perkuliahan.
“Keterlibatan siswa Spemdalas ini menjadi bentuk pembelajaran kolaboratif lintas jenjang. Sekaligus memberikan pengalaman autentik bagi siswa dalam mengenal dunia STEM sejak dini,” jelasnya.
Pada pertemuan sebelumnya, siswa kelas DTCP Spemdalas ini juga dilibatkan sebagai asisten mengajar. Mereka mendampingi mahasiswa dalam praktik penggunaan coding dan IoT untuk merancang praktikum serta media pembelajaran IPA yang kontekstual dan inovatif.
“Saya sangat bersyukur dapat membersamai mahasiswa UM dalam pembelajaran STEM berbasis coding dan IoT. Kegiatan ini menambah pengalaman mahasiswa sekaligus membuka ruang belajar baru bagi murid Spemdalas untuk memperdalam kemampuan coding,” ujar Yugo.
Di akhir pertemuan, seluruh mahasiswa mempresentasikan dan mendemonstrasikan produk hasil karya mereka di hadapan praktisi mengajar, dosen, serta murid DTCP Spemdalas.
“Kegiatan ini menegaskan komitmen UM dalam menghadirkan pembelajaran inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa depan”, katanya. (*)
Penulis: Ria Rizaniyah


